Korupsi dalam solat

Minggu, 21 Agustus 2011
Ada satu fenomena yang sering saya amati ketika berasa di masjid. Setiap solat akan dilaksanakan, sang Imam pasti berkata, "luruskan dan rapatkan shafnya, karena lurus dan rapatnya shaf adalah kesempurnaan sholat!". Lalu, saya beralih memperhatikan posisi kaki para jamaah di depan shaf saya dan di samping saya. Kita semua tahu, biasanya masjid sudah dilengkapi karpet panjang penanda barisan anda dalam sholat, tapi suatu fenomena unik yang sering ditemukan dimana biasanya jamaah sering "korupsi" jatah barisan.

Ya, fungsi karpet panjang adalah sebagai penanda agar barisan shaf kita lurus, tetapi banyak jamaah yang atas alasan tempatnya kurang luas untuk sujud, mengambil jatah barisan di belakangnya. Dampak nya banyak, tertendang ketika mau bangun setelah sujud, atau terinjak rambutnya oleh kaki orang di depan saya. Saya sendiri heran dengan kelakuan jamaah yang seperti itu. Bagaimana mungkin dalam solat saja kita sudah biasa korupsi? Korupsi dalam jatah shaf kita.


       
        bandingkan dengan






be a romantic guy

Sabtu, 06 Agustus 2011
this night was a surprising night.
i came to her house and got a little surprise from her.
she came out and brought some cakes in her hands.
i didn't mean that she wanted to celebrate my birthday tonight.

oh, God..
what can i do to reply this?
i'm not a romantic guy who always gives a surprise party to my couple and brings a rose when dating.
but let me think to give one special moment in her life, a moment which never be forgotten in her life.


with all my love,, 
Erina Puspita

Jambore Pramuka Dunia Dibuka

Sabtu, 30 Juli 2011
Kristianstad, Kompas - Jambore Pramuka Dunia atau World Scout Jamboree ke-22 yang berlangsung tiap empat tahun resmi dibuka di Bumi Perkemahan Rinkaby, Kristianstad, Swedia, Kamis (28/7) malam waktu setempat. Kegiatan bertema Simply Scouting ini diikuti sekitar 33.000 anggota Pramuka dari 150 negara.
Jambore berupa perkemahan dengan beragam aktivitas ini akan berlangsung hingga 6 Agustus mendatang. Seperti dilaporkan wartawan Kompas Ester Lince Napitupulu dari lokasi jambore di Swedia semalam, sekitar 75 persen peserta merupakan anggota Pramuka muda berusia 14-18 tahun.

Keunikan dari Jambore Pramuka Dunia ini, antara lain, banyaknya relawan yang datang dari negara peserta untuk membantu pelaksanaan jambore.

Ketua Kontingen Indonesia untuk Jambore Pramuka Dunia, Brata T Hardjosubroto, mengatakan, saat ini tercatat hampir 40 juta anggota Pramuka dewasa dan muda yang tersebar di 161 negara di dunia yang tergabung dalam Organisasi Dunia Gerakan Pramuka (World Organization of the Scout Movement). ”Indonesia merupakan negara yang memiliki anggota Pramuka terbanyak di dunia, yaitu sekitar 22 juta,” ujarnya.

Mike Bosman, Ketua Yayasan Pramuka Dunia (World Scout Foundation), mengatakan, nilai-nilai dasar dari gerakan pramuka harus lebih banyak dikembangkan pada generasi muda.
Marie Reinicke, Ketua Tim Eksekutif Jambore, mengatakan, Jambore Pramuka Dunia merupakan ajang pertemuan lintas budaya, agama, dan batas-batas geografis bagi semua anggota Pramuka.

source:http://edukasi.kompas.com/read/2011/07/29/03451943/Jambore.Pramuka.Dunia.Dibuka

Tips Menjadi Pengajar yang Menyenangkan

Kamis, 28 Juli 2011
KOMPAS.com - Dapatkah Anda membayangkan, apa yang terjadi jika tak tercipta suasana menyenangkan dalam proses belajar mengajar? Ya, siswa akan bosan dan tujuan dari penanaman ilmu oleh pengajar tak akan tercapai. Bagaimana menciptakan suasana belajar yang menyenangkan? Beberapa tips ini mungkin bisa menjadi panduan.
Salah satu hal yang harus dikedepankan adalah menyertakan partisipasi siswa di dalam kelas. Selain untuk membangun komunikasi dengan siswa, pengajar juga dapat mengetahui apa yang menjadi kebutuhan bagi para siswa. Jika situasi ini tak terbangun, bisa jadi siswa akan merasa canggung berbicara dengan guru dan komunikasi tidak akan berjalan baik. Akibatnya, pengajar juga akan mengalami kesulitan untuk mengetahui apa yang menjadi keinginan siswa.
Ciptakan iklim yang nyaman buat anak didik Anda
Iklim yang nyaman akan menghilangkan kecanggungan siswa, baik sesama guru maupun antar siswa sendiri. Hal ini juga bisa mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan, sehingga komunikasi antara pendidik dan anak didik dapat terbangun. Sebagai pengajar, Anda dapat menjelaskan kepada siswa bahwa tidak akan ada siswa lain yang akan mengejak ketika ia bertanya. Beri motivasi kepada siswa bahwa dengan bertanya,  akan memudahkannya untuk lebih mengetahui tentang sesuatu hal daripada hanya diam mendengarkan.

Dengarkan dengan serius setiap komentar atau pertanyaan yang diajukan oleh siswa Anda.

Jika siswa Anda mengajukan pertanyaan, sebisa mungkin  fokus dan memperhatikannya. Meski sederhana, hal ini akan menumbuhkan kepercayaan diri siswa karena ia merasa diperhatikan. Seringkali siswa merasa kurang percaya diri sehingga enggan untuk memberikan kontribusi di dalam kelas. Nah, tugas Anda sebagai pengajar, membangun kepercayaan diri siswa dengan menunjukkan perhatian-perhatian saat siswa merasa sedang ingin didengarkan.
Jangan ragu memberikan pujian kepada siswa
Anda juga bisa mencoba dengan memuji setiap komentar yang diajukan oleh anak didik Anda. Misalnya, "Oh, itu ide yang sangat bagus" ,atau "Pertanyaan kamu bagus, itu tidak pernah saya pikirkan sebelumnya”.
Beri pertanyaan yang mudah dijawab
Jika hal diatas belum juga berhasil untuk mengajak siswa memberikan komentar atau pertanyaan, giliran Anda untuk mengajukan pertanyaan memancing yang bisa membuat anak didik Anda tidak lagi bungkam di dalam kelas. Pastikan pertanyaan Anda mampu dijawab oleh siswa, sehingga saat menjawab secara tidak langsung melatih siswa untuk berbicara.
Saat siswa sudah mulai merespon, beri senyum kepada siswa yang sudah berkomentar. Hal ini akan mengurangi rasa canggung yang biasa ia perlihatkan.

Biarkan siswa mengetahui pelajaran sebelum kelas dimulai

Minta agar para siswa mempelajari bahan yang nantinya akan Anda tanyakan. Sehingga, ia akan mempersiapkannya terlebih dulu. Jika saat anda bertanya dan para siswa tidak merespon, ubah format pertanyaan anda yang hanya membutuhkan jawaban "ya" atau "tidak".
Controlling
Kontrol para siswa dengan alat kontrol yang Anda miiliki. Gunanya adalah untuk mengetahui seberapa banyak siswa yang biasanya berpartisipasi dalam kelas. Jika Anda menemukan beberapa siswa yang tingkat partisipasinya dalam kelas sangat kurang, maka ajak ia berkomunikasi secaraa pribadi. Mungkin dengan begitu ia akan merasa percaya diri. Selain itu, jika yang Anda temukan hanyalah permasalahan kurang percaya yang menjadikannya diam selama kelas berlangsung, maka tugas Anda selanjutnya adalah memberi ia tugas yang bisa membantunya untuk berkomunikasi. Misalnya, tugas berpidato dalam kelas.
Selamat mencoba!!
*diolah dari berbagai sumber

Film Lima Elang memperingati HUT PRAMUKA ke-50

Rabu, 27 Juli 2011
Ketua DKN, Syarifah Alawiyah dengan sejumlah pemain "Lima Elang", berfoto bersama sambil menunggu syuting


Di tengah banyaknya keluhan orangtua dan masyarakat umum tentang tayangan sinetron maupun film-film layar lebar yang kurang mendidik, sebentar lagi kerinduan akan film nasional yang menarik, menghibur, dan mengandung nilai-nilai pendidikan bakal terjawab. Film petualangan anak-anak untuk semua umur berjudul “Lima Elang” bakal ditayangkan di bioskop-bioskop di Tanah Air.
“Lima Elang” yang berkisah tentang persahabatan dan petualangan lima anak yang dipertemukan menjelang dan dalam suatu perkemahan besar tingkat Kwartir Daerah, bisa disebut pula sebagai kado ulang tahun dalam rangka memperingati 50 Tahun (Tahun Emas) Gerakan Pramuka. Film itu memang merupakan kerjasama antara Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka dengan SBO Films, suatu perusahaan film yang para pengelolanya telah sukses lewat sejumlah film, termasuk film “Garuda Di Dadaku”.
Bertindak selaku produser adalah Kemal Arsjad dan Salman Aristo. Yang disebut terakhir juga menulis skenario film tersebut. Sedangkan sutradaranya adalah Rudi Soedjarwo, yang sebelumnya telah sukses menelurkan 17 film layar lebar. Bertindak sebagai produser eksekutif adalah sejumlah nama, termasuk Ketua Kwartir Nasional, Prof.Dr.dr Azrul Azwar, MPH.
Setelah melalui proses persiapan cukup lama, selama sebulan penuh pada awal April 2011, dilaksanakan syuting film “Lima Elang” di sejumlah tempat. Dari pihak Kwarnas, juga ditunjuk tim supervisi teknis yang dipimpin Wakil Ketua Kwarnas, Kak Amoroso Katamsi. Sedangkan di lapangan untuk mendampingi tim produksi saat syuting berlangsung, ditunjuk Kak Berthold Sinaulan (Andalan Nasional) selaku kordinator, dengan anggota Kak Yusak Manitis (Staf Kwarnas) dan Kak Syarifah Alawiyah (Ketua Dewan Kerja Nasional).
Kak Berthold dan Kak Yusak bahkan sempat ikut syuting walaupun hanya menjadi extra (figuran), sebagai tamu dari Kwarnas yang diundang menghadiri perkemahan yang diadakan. Bahkan sang tamu akhirnya ikut juga dalam proses pencarian anak hilang. Ada anak hilang? Ya, itulah salah satu menarik dan serunya film tersebut. Nantikan dan tonton saja “Lima Elang” nantinya.
Selama proses syuting, juga cukup banyak kendala yang dihadapi. Hujan deras yang turun berkali-kali, sempat menunda syuting yang hampir sebagian besar dilakukan di alam terbuka. Belum lagi ada juga yang terkena lintah atau terkena daun tumbuhan yang menyebabkan tubuh gatal, seperti di Hutan Buru Kareumbi, yang terletak di perbatasan Kabupaten Bandung, Sumedang, dan Garut. Untunglah, kekompakan tim produksi, para talent, maupun extra, membuat pelaksanaan syuting tetap dapat diselesaikan pada awal Mei 2011.
Menurut rencana, film tersebut akan ditayangkan pada akhir Agustus 2011. Dan yang pasti, bakal ada satu lagi tontonan menarik dan bermutu di Indonesia. Redaksi KN,  Berthold Sinaulan/Syarifah Alawiyah